Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menjadi Karyawan Baru

5 Hal Umum Penyebab Karyawan Resign, Bukan Hanya Gaji

Bagi para job hunter atau pencari kerja tentunya akan sangat senang telah diterima menjadi karyawan di perusahaan yang diidamkan. Menjadi seorang karyawan baru tentunya harus memiliki sikap yang baik. Tetapi, terkadang para karyawan baru tidak jarang mengalami culture shock karena baru memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini saat anda sudah menjadi karyawan baru.

  • Datang lebih awal dan berkomunikasi dengan rekan kerja

Datang lebih awal memang harus dilakukan oleh setiap karyawan, namun apabila anda seorang karyawan baru, anda wajib untuk datang lebih awal supaya dapat memberikat impresi yang baik kepada orang-orang sekitar. Karena sikap bertanggung jawab terhadap waktu merupakan hal yang paling mendasar yang harus dimiliki setiap orang. Namun, hal tersebut selalu disepelekan. Apabila anda masih dalam masa orientasi, tentunya anda akan diperkenalkan dengan sesame karyawan baru, dan juga dikenalkan dengan karyawan lama yang akan menjadi rekan kerja. Oleh karena itu, anda harus mencoba untuk berkomunikasi lebih dalam, kenali karakter orang-orang yang akan menjadi rekan kerja, dengan begitu kerjasama tim akan terbentuk dengan mudah.

  • Lakukanlah riset mengenai perusahaan dan pekerjaan anda

Ada baiknya anda melakukan riset mengenai perusahaan dan jobdesk yang harus anda jalankan. Carilah latar belakang perusahaan lebih dalam lagi, siapa saja kompetitornya dan apa saja yang telah dilakukan competitor tersebut. Lalu, pikirkan juga apa kontribusi yang dapat anda berikan kepada perusahaan. Selalin itu, cari tahu dengan jelas pekerjaan apa saja yang menjadi tanggung jawab anda. Dengan begitu, walaupun anda karyawan baru, anda tidak bingung lagi saat melakukan jobdesk anda.

  • Selalu sopan dan jangan mengeluh

Sebagai karyawan baru, anda harus menjaga sopan santun apalagi saat bertemu rekan kerja. Jangan takut untuk menyapa dan bertanya mengenai lingkungan kerja serta aktivitas di kantor. Berinterksilah dengan rekan kerja, tentunya dengan sopan. Dan juga, biasanya saat menjadi karyawan baru adalah memiliki pekerjaan yang sangat banyak, dan tanpa membuat anda sering mengeluh. Ingatlah, cara mengahadapi pekerjaan yang menumpuk bukan dengan mengeluh, karena dengan mengeluh tidak akan membuat pekerjaan menjadi selesai. Pikirkan kembali, bagaimana anda mencari pekerjaan dengan susah payah, dan setelah mendapatkan pekerjaan hanya mengeluh. Anda harus lebih banyak bersyukur, supaya tidak selalu mengeluh terhadap pekerjaan, karena hal tersebut sangat tidak baik dilihat oleh atasan maupun rekan kerja lainnya yang sama-sama memiliki pekerjaan yang banyak.

  • Mintalah Slip Gaji

Saat waktu gajian tiba, apabila pihak perusahaan tidak memberikan slip gaji, anda harus meminta slip gaji tersebut. Slip gaji diberikan dalam bentuk dokumen cetak maupun dalam format digital. Pemberian slip gaji pada karyawan merupakan suatu kewajiban perusahaan, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Pengupahan No 78 Tahun 2015, Pasal 17 ayat (2) yang berbunyi, “Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima oleh pekerja/buruh pada saat upah dibayarkan.” Yang dimaksud bukti pembayaran upah ialah slip gaji atau sejenisnya yang berisi rincian penghasilan yang diterima karyawan pada bulan itu. Slip gaji wajib diberikan setiap kali upah dibayarkan, walaupun jumlah gaji yang diterima karyawan setiap bulannya tidak berubah. Untuk mengetahui seperti apa slip gaji itu, berikut adalah contoh slip gaji karyawan.