Sel Punca Dikulturkan Dengan Metode Terbaru

Sebelumnya, sel punca yang dikembangkan memiliki resiko mutasi gen yang besar karena berbagai faktor, hingga dianggap berbahaya pada pasien atau donor bioteknologi kesehatan ini nantinya. Oleh karena itu, ilmuwan dari The Scripps Research Institute mengembangkan metode untuk menumbuhkan stem sel yang lebih aman dan bahkan meningkatkan efektifitas terapinya.

Sel Punca dan Manfaatnya

Sel punca atau lebih populer dengan nama stem cell adalah bioteknologi kesehatan modern yang memanfaatkan sel-sel embrionik, sel-sel embrionik tersebut adalah sel yang masih memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi sel-sel lain yang lebih kompleks fungsi dan strukturnya.

sel punca dan manfaatnya
Sel stem dapat digunakan sebagai jaringan pengganti kerusakan organ tubuh dan ditumbuhkan di laboratorium (image source: http://cbsnews2.cbsistatic.com/

Manfaat dari stem sel adalah sebagai alat terapi kerusakan organ akibat penyakit seperti parkinson, diabetes, alzheimer serta beberapa jenis penyakit neurodegeneratif lain. Sel-sel punca tersebut berfungsi sebagai sel repairment dan pengganti pada jaringan target yang telah mengalami kerusakan. (Sumber:wikipedia)

Teknologi Baru Kultur Stem Sel

Seperti yang telah dijelaskan dalam pendahuluan, metode untuk menumbuhkan stem sel ini beresiko berkembang menjadi sel tumor akibat adanya mutasi genetis pada sel embrionik totipoten yang digunakan sebagai “bibit” dari stem cell ini sendiri.

Resiko tersebut diklaim dapat direduksi dengan menggunakan lapisan substrat campuran dan sel pemberi makanan (cell feeder) yang tentu saja bertugas memberi suplai nutrisi pada sel-sel stem yang sedang “ditanam”. Perlakuan tersebut dibandingkan dengan metode lama dan ternyata metode terbaru tersebut memiliki mutasi gen lebih sedikit setelah ditumbuhkan selama tiga tahun.

Dalam studi ini juga dipelajari mutasi gen berupa delesi (penghilangan suatu segmen gen) gen TP53 yang merupakan gen penekan perkembangan kanker (tumor supresor), dengan harapan dapat ditemukan metode untuk meminimalisir proses delesi hingga stem cell yang dihasilkan tidak berubah menjadi sel kanker.

Kesimpulan

Sel punca atau stem cell yang ditumbuhkan dengan metode konvensional berpotensi berubah menjadi sel kanker karena adanya mutasi. Hal tersebut dapat dicegah dengan menggunakan menumbuhkan stem sel pada lapisan campuran berbagai substrat dan sel feeder.

Metode baru tersebut memiliki tingkat mutasi lebih rendah dibandingkan metode lama setelah ditumbuhkan selama tiga tahun dan hampir seratus kali siklus pengembangan. Dalam studi tersebut juga dipelajari cara mencegah delesi gen TP53 yang merupakan tumor represor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *