Segera Kunjungi SehatQ.com Untuk Pesan Rumah Sakit Jika Anda Memiliki Gejala Covid

RSUP Dr. Hasan Sadikin

Bagi banyak pasien virus corona, gejala awalnya adalah gejala yang ringan. Pada satu atau dua hari pertama, pasien biasa mungkin mengalami demam, batuk kering, sesak napas, nyeri otot, atau kelelahan bahkan beberapa pasien tidak mengalami gejala apapun yang disebut dengan orang tanpa gejala (OTG). Rata-rata, pasien virus korona di Wuhan dan Wenzhou, China, yang dirawat di rumah sakit masuk setelah sekitar satu minggu mengalami gejala. Mereka yang memiliki kasus kritis dirawat di ICU sekitar tiga hari kemudian.  Berdasarkan penelitian ini, dokter menduga bahwa minggu pertama infeksi bisa menjadi kritis untuk menentukan apakah suatu kasus kemungkinan menjadi parah. Daam penelitian banya orang yang berhenti menyebarkan virus pada hari kelima hingga hari ketujuh, untuk orang yang tidak bergejala kita tidak tahu hari keberapa mereka dapat menularkan. Kasus covid yang parah dapat menyebabkan kegagalan pernafasan, ketika darah tidak menerima cukup oksigen.  Sebuah studi baru- baru ini terhadap 85 pasien yang meninggal di Wuhan menetapkan bahwa sesak napas yang muncul lebih awal bisa menjadi tanda peringatan penyakit covid yang berpotensi fatal. Sebagian besar pasien dalam penelitian ini meninggal karena gagal napas dan dua pertiga membutuhkan bantuan oksigen untuk membantu mereka bernapas. Meski begitu, pasien virus corona kemungkinan tidak akan langsung kesulitan bernapas.

Meski begitu, tidak setiap pasien sesak napas harus ke rumah sakit. pasien dapat mencari tanda-tanda tertentu untuk menentukan apakah mereka memerlukan penanganan medis segera. Jika seseorang merasa sesak napas meskipun hanya melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat seperti berjalan dan berbicara, itu adalah tanda bahwa kalian mengalami sesak napas yang parah. Orang yang kesulitan menghirup dan membuang napas, harus pergi ke ruang gawat darurat. Tetapi kebanyakan pasien dengan gejala yang memburuk harus mendiskusikan gejala mereka dengan dokter terlebih dahulu. Sangat penting untuk pergi ke dokter yang memang khusus mengalami covid di rumah sakit rujukan covid-19. Tetapi sekarang ini rumah sakit untuk covid hanya melayani orang-orang yang membutuhkan faskes intubasi dan perawatan kritis.

Kami memahami bahwa kalian prihatin dengan keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang yang kalian cintai selama pandemi COVID-19, tetapi penting untuk mencari perawatan medis saat kalian benar-benar membutuhkannya. Menunda perawatan dapat menimbulkan risiko yang lebih besar bagi kesehatan kalian. Berikut ini adalah beberapa gejala yang mengharuskan kalian pergi ke unit gawat darurat:

  • Nyeri atau rasa tertekan pada dada, jantung berdebar, sesak napas
  • Sering merasa kelelahan, kebingungan, penglihatan kabur
  • Sesak napas yang tidak dapat dijelaskan atau memburuk, atau masalah pernapasan lainnya
  • Demam tinggi
  • Nyeri pada otot atau nyeri yang tidak bisa dijelaskan
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh
  • Kehilangan indra penciuman dan perasa

Sekarang ini kita tahu bahwa rumah sakit hanya melayani pasien covid dengan gejala yang cukup parah. Untuk pasien covid dengan gejala yang ringan biasanya dokter menganjurkan untuk isolasi mandiri dan mengkonsumsi beberapa obat dan vitamin lainnya. untuk kalian yang berada di bandung, dan kalian mengalami beberapa gejala covid yang disebutkan di atas, kalian bisa mengunjungi daftar rumah sakit di bandung yang merupakan rumah sakit rujukan covid:

  1. RSUD hasan sadikin
  2. RSTP Dr.H.A.rotinsulu
  3. RSAUD Dr. M. Salamun bandung
  4. RS Immanuel
  5. RS santo boromeun
  6. RS santo yusup
  7. RS advent
  8. RS al islam
  9. Santosa
  10. RSUD kota bandung
  11. RS hermina arcamanik
  12. RS khusus ibu dan anak
  13. santosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *