Pengertian, Jenis-Jenis dan Manfaat Mikroba Endofit

Pengenalan Dasar Mikroba Endofit

Mikroba endofit adalah mikroorganisme seperti fungi ( dapat berupa kapang, jamur dan khamir), alga, serta bakteri yang membentuk koloni dalam jaringan sehat makhluk hidup lain. Umumnya, mikroba endofit tidak menimbulkan gejala apapun pada jaringan inangnya hingga sulit dideteksi tanpa bantuan pengecatan khusus dan penggunaan mikroskop.

Interaksi antara mikroba endofit dan inangnya dapat bersifat parasitik seperti pada beberapa jenis alga endofit patogen, serta dapat pula bersifat mutualistik seperti pada beberapa bakteri endofit dan kapang endofit serta mikoriza.

Download jurnal berikut untuk memahami lebih lanjut!

[Download Jurnal Mikroba Endofit PDF Gratis]

Untuk lebih mengerti tentang interaksi antar inang dan mikroorganisme endofit terkait, dapat Anda baca pada section pembahasan dibawah ini

Jenis-Jenis Mikroorganisme Endofit

Fungi (Cendawan, Jamur) Endofit

Fungi endofit adalah seluruh jenis fungi yang pada satu fase pertumbuhannya, mampu hidup dan berkembang dalam jaringan hidup tumbuhan.

Contoh dari fungi endofit adalah beberapa fungi dari kelompok mikoriza seperti ectendomycorrhizae, ericoid mycorrhizae serta pseudomycorrhizae dan kelompok Balansiaceae serta Ascomycota.

Fungi endofit dapat bersifat patogen maupun mutualistik. Contoh fungi endofit patogen adalah Ephichloë sp. Sedangkan yang bersifat mutualistik adalah kelompok mikoriza yang mampu menambat nitrogen, fosfor dan mencegah serangan hama yang bermanfaat bagi inangnya.

untuk memahami lebih dalam fungi endofit dan peranannya, silahkan download jurnal berikut:

[Download Jurnal Kapang Endofit PDF Gratis]

Bakteri Endofit

Definisi bakteri endofit adalah bakteri yang hidup di dalam jaringan tumbuhan selama periode tertentu dari siklus hidupnya. Bakteri endofit dapat membentuk koloni dalam jaringan tumbuhan [Source:Wikipedia].

Beberapa jenis bakteri endofit bermanfaat sebagai anti-hama dan antipatogen alami serta mampu menghasilkan zat pengatur pertumbuhan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Contoh dari bakteri endofit adalah Serratia marcescens atau bakteri merah yang ditemukan pada padi (Oryza sativa) dan Bacillus megaterium yang ditemukan pada Citrus, Jagung (Zea mays) dan Wortel (Dautus carota).

[Dowload Jurnal Bakteri Endofit PDF Gratis]

Interaksi Antara Inang dan Mikroorganisme Endofit

Organisme endofit dapat menguntungkan inang dengan mencegah pertumbuhan organisme patogen. Umumnya, mikrob endofit membentuk semacam barier effect yang melindungi jaringan inang dari pertumbuhan patogen yang merugikan.

Beberapa jenis endofit dilaporkan mampu memproduksi beberapa zat kimia yang menghambat pertumbuhan kompetitor,termasuk mikroorganisme patogen. Beberapa bakteri endofit, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya mampu menghasilkan zat pengatur pertumbuhan tanaman yang meningkatkan pertumbuhan inang.

Beberapa jenis mikoriza mampu menghasilkan antibiotik, hormon pertumbuhan, dan membantu inangnya menghadapi stress lingkungan seperti kekeringan dan panas.

Namun, ada beberapa endofit yang memiliki virulensi dan dapat mengakibatkan penyakit pada inangnya dalam keadaan tertentu. Virulensi ini sendiri adalah akibat mikrob endofit mensekresikan enzim-enzim ekstreseluler seperti protease, amilase dan selulase yang merusak sel inang. Selain itu, dilaporkan pula bahwa beberapa endofit mampu menghasilkan toksin yang berbahaya bagi inangnya.

Namun, Mengapa tidak ada gejala penyakit yang muncul pada tanaman inang yang memiliki endofit pada jaringannya?

Pertahanan Tumbuhan Terhadap Virulensi Endofit

Tumbuhan inang tidak terpengaruh terhadap virulensi endofit karena memiliki beberapa respon pertahanan.

Perhatikan penjelasan berikut:

  1. Respon Pertahanan Terinduksi: Merupakan pembentukan papila yang terbentuk karena sel-sel jaringan terinfeksi endofit terinduksi oleh kolonisasi mikroorganisme tersebut. Sel-sel tersebut menjadi lebih tebal akibat aposisi materi pembentuk dinding sel. Umumnya dapat diamati pada penebalan dinding sel akar Kubis cina yang terinfeksi Fusarium verticilloides.
  2. Respon pertahanan biokimia: Tanaman inang merespon virulensi dengan menghasilkan enzim peroksidase dan sekaligus hidrogen peroksida sebagai pertahanan kilat. Beberapa tumbuhan yang memiliki koloni endofit pada jaringannya memiliki kandungan dua substansi tersebut, namun tidak ditemukan saat patogen menginfeksi

Pemanfaatan dan Peranan Mikroorganisme Endofit

Beberapa mikroorganisme endofit seperti kapang endofit merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti pertanian dan kesehatan.

Contoh peranan bakteri endofit pada pertanian adalah dengan menggunakan berapa bakteri endofit yang menghasilkan fitohormon. Fitohormon  dapat pertumbuhan tanaman. Contoh fitohormon yang dihasilkan oleh mikroba endofit adalah IAA (Indole Acetic Acid). Hingga dengan menggunakan bakteri endofit tersebut, produktivitas tanaman dapat ditingkatkan.

Kapang endofit juga mampu menghasilkan enzim dengan baik. Kapang endofit adalah sumber enzim komersial seperti xilanase, selulase, dan hemiselulase. Yang dapat dimanfaatkan dalam industri pembuatan kertas.

Sedangkan dalam dunia kesehatan, kapang endofit Phoma medicaginis yang berasosialisasi dengan tanaman obat Medicago sativa dan Medicago lupulina menghasilkan antibiotik antikanker brefeldine. Antibiotik brefeldine tersebut merupakan antibiotik yang menginisiasi apoptosis (kematian sel yang terprogram) pada kanker.

Penutup dan Kesimpulan.

Mikroba endofit adalah mikroorganisme seperti fungi ( dapat berupa kapang, jamur dan khamir), alga, serta bakteri yang membentuk koloni dalam jaringan sehat makhluk hidup lain. Beberapa mikroorganisme endofit seperti kapang endofit merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti pertanian dan kesehatan.

Pustaka Acuan Penulisan

Rodriguez, R. J., et al. “Fungal endophytes: diversity and functional roles.”New Phytologist 182.2 (2009): 314-330.

Rosenblueth, Mónica, and Esperanza Martínez-Romero. “Bacterial endophytes and their interactions with hosts.” Molecular plant-microbe interactions 19.8 (2006): 827-837.

Nassar, Amr H.; El-Tarabily, Khaled A.; Sivasithamparam, Krishnapillai (November 2005). “Promotion of plant growth by an auxin-producing isolate of the yeast Williopsis saturnus endophytic in maize (Zea mays L.) roots”. Biology and Fertility of Soils 42 (2): 97–108. doi:10.1007/s00374-005-0008-y.

[Beberapa saya copas dari Skripsi sendiri :v]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *