Anemon Adalah Nenek Moyang Manusia

Penelitian Terbaru Evolusi: Anemon Adalah Nenek Moyang Manusia

penelitian terbaru biologi evolusi
Penelitian terbaru biologi evolusi Manusia dan Anemon laut ternyata memiliki kemiripan struktur Channel ion potasium pada sel syaraf mereka (Image Courtesy: digitalblasphemy.com)

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan inovasi terbaru tentang teori evolusi. Berdasarkan gen yang memetakan komunikasi elektrik pada sel-sel syaraf pada otak kita, ternyata  manusia memiliki “nenek moyang” yang sama dengan anemon laut.

Penelitian yang dipimpin oleh Timothy Jegla, asisten profesor biologi Penn State University, menunjukkan bahwa gen tersebut bermutasi dari gen-gen sederhana dari kelompok hewan Cnidaria, termasuk anemo, ubur-ubur dan koral. Meski beberapa mutasi gen tersebut ternyata menyebabkan penyakit syaraf. Laporan penelitian riset ini akan diterbitkan secara online di Early Edition (EE) of the journal Proceedings of the National Academy of Sciences.

“Tim riset kami telah menemukan bukti bagaimana sistem komunikasi sel syaraf utama pada manusia berkembang pada dahulu kala. Namun, Kita belum mampu mengetahui bagaimana pertama kali hal ini berkembang,” Jelas Jegla. “Selama ini Kita meyakini bahwa perkembangan evolusioner syaraf dapat ditemukan titik jelasnya, namun ternyata dalam paper ini, terdapat kebingungan karena kita memiliki nenek moyang syaraf yang sama dengan ubur-ubur dan anemon laut.

Impuls elektrik pada sel syaraf dipicu oleh ion bermuatan yang bergerak keluar masuk melalui saluran spesial yang tersusun oleh protein pada membran sel.Penelitian terbaru berkonsentrasi pada fungsi evolusioner dari gen yang bertanggung jawab terhadap sintesis protein tersebut, terutama protein dari channel potasium utama pada sel syaraf.

Protein potassium channel tersebut bertanggung jawab dalam pemicuan impuls elektrik saat komunikasi sel syaraf berlangsung. Jelga mengatakan, bahwa protein channel pada manusia memiliki struktur yang mirip dengan channel anemon dan anggota cnidaria lain.

”Sel syaraf manusia dan anemon terpisah secara evolusi sekitar 600 milyar tahun lalu,” Sebut Jegla, “Jadi Kita mampu mengetahui mekanisme yang digunakan oleh syaraf manusia untuk memicu impuls syaraf pada waktu itu.” “Tim ini kemudian berusaha melacak channel yang digunakan selama proses evolusi berlangsung”. Tim tersebut juga menemukan, bahwa sel syaraf dari Ubur-ubur sisir adalah sel syaraf tertua yang pernah ada. Dibuktikan dengan sedikitnya kemiripan potassium channel pada manusia dan ubur-ubur tersebut.

“Kami belum memahami mengapa channel ion manusia berevolusi pada periode tersebut, namun perubahan sel syaraf dalam memicu sinyal listrik  berlangsung sangat cepat,” Tambah Jegla. “Hipotesis yang kami ajukan adalah evolusi sel syarafyang  mampu mengarahkan sinyal dimulai pada waktu tersebut.” Pada sistem syaraf manusia, sebagian besar sel syaraf memiliki struktur polaritas dengan bagian input serta output yang terpisah. Hal tersebut memungkinkan pengarahan informasi dan jaringan syaraf yang kompleks. Dan tentu saja, hal tersebut memerlukan keragaman dari channel ion yang melimpah untuk mengarahkan sinyal yang bergerak dalam sel syaraf yang bermuatan.

“Apabila hipotesis ini benar, kita akan mampu mengumpulkan berbagai paradigma baru tentang bagaimana sel syaraf berevolusi dengan mempelajari syaraf anemon laut,” Tegas Jegla. “Ada satu misteri yang harus ditemukan dalam penelitian terbaru selanjutnya, yakni bagaimana cara manusia mengembangkan neuron (sel syaraf) yang bermuatan.

Sumber Pustaka

Penn State. “Complex nerve-cell signaling traced back to common ancestor of humans and sea anemones.” ScienceDaily. ScienceDaily, 16 February 2015. <www.sciencedaily.com/releases/2015/02/150216155726.htm>.

Comments 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *