Mengukur Tingkat Fotosintesis Tumbuhan Dengan Satelit

Selain perubahan kadar salinitas seperti yang telah dijelaskan dalam artikel kami sebelumnya, aktivitas manusia telah mempengaruhi kemampuan tumbuhan hijau melaksanakan fotosintesis, suatu proses biokimia kompleks yang mengkonversi energi cahaya menjadi materi organik yang nantinya dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Untuk memonitor aktivitas fotosintesis seluruh tumbuhan pada cakupan wilayah yang luas, L. Guanter dkk Mengukur Tingkat Fotosintesis Tumbuhan Dengan Satelit.

Penggunaan satelit untuk mengukur tingkat fotosintesis serta flourosensi tumbuhan tersebut dilakukan berdasarkan fakta bahwa terdapat perangkat yang mampu mendeteksi sinar yang dipancarkan pigmen tumbuhan saat diinisiasi untuk memulai proses fotosintesis, yang disebut proses flourosensi. Namun, pada penggunaan yang mencakup wilayah luas, metode pengukuran tingkat fotosintesis tersebut dinilai belum mencukupi.
Meski demikian, Berry, salah satu tim peneliti menyatakan bahwa metode ini dinilai memiliki prospek besar dalam mengukur aktivitas fotosintesis dimasadepan. “Metode ini mengubah segalanya, karena dapat memberikan kita observasi fotosintesis secara langsung dalam skala besar untuk pertama kalinya.” Jelas Berry saat diwawancara.
Laporan penelitian ini menunjukkan pengukuranaktivitas fluoresensi fotosintesis pada area tanaman yang luas di daerah Midwestern Corn Belt (ladang jagung di daerah barat tengah Amerika). Data yang didapat bahwa hasil analisa dengan metode ini masih sangat rendah.
Hal tersebut dapat dimaklumi karena penelitian ini “hanya” bertujuan menemukan perangkat baru yang dapat mengevaluasi serta mengkomparasi produktivitas daerah penghasil pangan dunia seperti daerah Asia. Signifikansi antara floresensi dan parameter produktivitas primer kotor di Midwestern Corn Belt juga memberikan solusi baru bagi para peneliti untuk menilai produksi hampir secara real-time pada dengan daerah non-pertanian lainnya di dunia, seperti pada hamparan luas hutan hujan tropis, Gurun serta padang rumput yang belum disentuh pengembangan pertanian.
Sumber: http://www.pnas.org/content/111/14/E1327

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *