Apa Yang Membuat Nyamuk Menyukai Anda?

Pernahkah Anda kesal karena banyak nyamuk merubungi Anda dan gigitan nyamuk tersebut membuat Anda bentol-bentol?

Selain itu gigitan vektor demam berdarah yakni nyamuk Aedes aegypti juga meningkatkan kekhawatiran akan penyakit mematikan ini menjanggiti Anda dan Keluarga.

Lalu, Tahukah Anda? Bahwa ada gen yang bertanggung jawab terhadap frekuensi seekor nyamuk mengigit seseorang?

Baiklah, Kami akan memaparkan hasil penelitian dari ilmuwan London School of Hygiene & Tropical Medicine tentang bagaimana seseorang cenderung “dicintai oleh nyamuk”

Keep reading, Folks.

Mengenal Lebih Dekat Nyamuk

Nyamuk adalah jenis serangga dari Ordo Diptera. Meski sekilas terlihat sama, nyamuk terdiri dari berbagai genus.

Genus nyamuk yang terkenal gigitannya antara lain Culex, Anopheles, Aedes, Ocrelatus dan sebagainya.

Pada saat nyamuk menggigit manusia, nyamuk mengeluarkan air liur yang berfungsi sebagai anti koagulan (anti pembekuan darah) hingga nyamuk dapat melakukan blood feeding atau mengisap darah dengan lancar.

Selain anti koagulan, pada air liur nyamuk juga terlarut berbagai macam protein, yang menginduksi sistem imun (terutama histamin) hingga timbul rasa gatal dan bentol merah.

Well. Kita sudah mengenal lebih dekat nyamuk, Saatnya membahas gen apa yang menyebabkan seseorang menerima gigitan nyamuk lebih banyak.

Keep reading!

Gen Spesifik Penarik Nyamuk Mungkin Ada Pada Diri Anda

Dengan melakukan serangkaian penelitian dengan objek kembar identik dan non-identik dari segala usia (18 hingga 19 tahun), tim peneliti dari London School of Hygiene & Tropical Medicine mencoba untuk menemukan sebab mengapa seseorang cenderung lebih menarik nyamuk dibanding yang lain.

Tim peneliti tersebut akhirnya menyimpulkan bahwa nyamuk tertarik pada aroma khas tubuh seseorang (body odor) yang tentu saja, dikontrol oleh gen spesifik pada tubuh.

Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah korelasi gigitan nyamuk kembar identik (r= 0.563) lebih tinggi dibanding kembar non identik (r = 0.287). Dapat Anda lihat hasil pengukurannya pada gambar dibawah ini.

gigitan nyamuk dipengaruhi oleh gen
Hasil penelitian pada pasangan kembar identik dan non-identik menghasilkan nilai korelasi gigitan nyamuk yang berbeda. Dan ternyata kembar identik memiliki korelasi lebih besar dalam menarik nyamuk untuk menggigit. Yang disimpulkan bahwa ada gen yang mempengaruhi keinginan nyamuk untuk menggigit Anda (Sumber: Fernandez-Grandon et al. 2015)

 

 

Sayangnya, belum dapat ditentukan gen manakah yang mengatur pelepasan aroma tubuh khas yang membuat seseorang menerima gigitan nyamuk lebih banyak tersebut.

Dari artikel ini juga dapat dicari cara mencegah gigitan nyamuk. yakni dengan menggunakan zat wangi yang dibenci nyamuk seperti aroma jeruk, geranium dan ada juga yang mengatakan, aroma durian.

Download Jurnal Gratis PDF

Jika Anda tertarik pada penelitian ini, Anda dapat membaca jurnal-nya secara langsung. Jangan lupa beri tahu Kami jika ada fakta ilmiah yang Kami lewatkan dari hasil penelitian ini!

[sociallocker]http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0122716[/sociallocker]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *