All About Medium Pertumbuhan Mikroba

Preambule Medium Pertumbuhan Mikroba

Seperti makhluk hidup lainnya, mikroorganisme, atau singkatnya mikroba membutuhkan nutrisi lengkap untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam skala lab, penting diketahui komposisi, fungsi dan jenis dari masing-masing medium pertumbuhan mikroba yang digunakan.

Mengapa?

Tentu saja karena masing-masing mikroba membutuhkan nutrisi dalam jumlah dan jenis yang berbeda-beda. Jika Anda salah memilih komposisi media pertumbuhan, mikroba yang ingin Anda tumbuhkan tidak akan pernah mau tumbuh.

Lalu, bagaimana cara mengetahui jenis-jenis medium pertumbuhan mikroba yang tepat?

Well, perhatikan secara seksama poin-poin berikut

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Medium Untuk Menumbuhkan Mikroba

Dari informasi yang Kami sadur dari referensi Bakteriologi Online terkemuka, textbookofbacteriology.net, berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih media untuk menumbuhkan mikroorganisme

  1. Memiliki sumber nutrisi esensial seperti berbagai sumber energi, sumber aseptor elektron, sumber karbon, nitrogen, mineral dan zat pengatur pertumbuhan
  2. Tidak mengandung zat yang menghambat pertumbuhan
  3. Mengandung jumlah air yang cukup

Lalu, bagaimana cara mengetahui formulasi yang tepat?

Anda tidak perlu khawatir, sudah banyak jenis-jenis media yang telah diformulasikan untuk menumbuhkan mikrobia spesifik sesuai kebutuhan Anda.

Tapi sebelum menggunakannya, Anda perlu mengenal jenis-jenis media pertumbuhan mikroba agar Anda dapat menggunakannya secara optimal.

Perhatikan poin-poin dari berbagai jenis medium pertumbuhan mikroba  yang telah Kami rangkum berikut!

Jenis-jenis Medium Pertumbuhan Mikroorganisme

Medium pertumbuhan mikroba digolongkan berdasarkan komposisi, penggunaan, dan bentuknya.

Penggolongan medium pertumbuhan mikroba berdasarkan komposisi terbagi menjadi dua yakni medium alami dan buatan.

Medium alami adalah medium yang dibuat dengan bahan-bahan dari (dan) substansi yang berasal makhluk hidup. Sedangkan medium buatan memiliki formulasi bahan kimia sintetis.

Bukan hanya penggolongan berdasarkan komposisi, media pertumbuhan mikroorganisme juga digolongkan berdasarkan ketersediaan nutrisi, fungsi dan sebagainya. Jadi, jangan lewatkan penjelasan dari Kami.

Penggologan Media Pertumbuhan Mikroba Berdasarkan Kelengkapan Nutrisi

Terdapat dua jenis media berdasarkan kelengkapan nutrisi. Media Nutrient dan media minimal.

Media minimal adalah media yang tersusun dari nutrisi esensial pertumbuhan mikroba dalam jumlah minimum yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba. Fungsinya adalah untuk mengetahui faktor nutrisi apa saja dan berapa jumlah-nya, yang menentukan laju pertumbuhan mikroorganisme yang Anda teliti.

Contohnya adalah medium M9, yang terdiri dari sejumlah mineral, glukosa sebagai sumber karbon dan dapat dimodifikasi dengan penambahan asam amino.

Media nutrient atau medium kompleks adalah medium yang memiliki nutrisi yang lengkap dan biasanya dibuat dari ekstrak makhluk hidup yang telah didigesti secara enzimatis.

Zat-zat penyusun nutrisi dalam medium ini tidak diketahui dengan pasti. Namun telah memiliki kandungan nutrisi yang lebih dari cukup untuk menumbuhkan mikroba dalam media tersebut.

Contoh dari medium ini adalah medium, Medium nutrient agarMalt Extract Agar, Yeast Peptone Dextrose Agar dan sebagainya. Dalam medium ini dapat ditumbuhkan berbagai mikrobia baik mikrobia heterotrof maupun autotrof.

 

Medium Selektif dan Medium Diferensial

Terdapat dua medium yang memiliki kemiripan fungsi, yakni menumbuhkan jenis mikroba tertentu dan menghambat pertumbuhan mikroba yang lain.

Namun, keduanya sering membuat pemula kebingungan.

Mari Kita bahas bersama!

Medium Selektif

Pada medium selektif, formulasinya dispesifikkan pada jenis mikroba tertentu yang diinginkan, sedangkan mikroba yang tidak diinginkan, tidak mampu tumbuh dalam media tersebut?

Mengapa bisa demikian?

Karena dalam medium selektif, diberikan nutrisi, antibiotik, zat pengatur pertumbuhan serta faktor lingkungan yang dikhususkan pada jenis mikroba tertentu saja. Sedangkan mikroba yang tidak sesuai kondisi fisiologisnya, atau tidak mampu memanfaatkan nutrisi yang tersedia, akan mati.

Contohnya adalah Salt Mannitol Agar yang memiliki kadar garam tinggi, dimana mikroba selain Stapphilococcus tidak dapat tumbuh (kontrol fisiologis). Dalam medium ini juga diberi indikator fenol merah untuk mengetahui apakah sumber karbon dapat dimanfaatkan oleh mikroba yang ditumbuhkan.

Medium Diferensial

Pada medium diferensial, diberikan semacam indikator warna untuk mengetahui jenis mikroba spesifik dari sekelompok mikroba target yang memiliki kekerabatan yang dekat.

Ingatlah!

Bahwa tiap jenis mikroorganisme memiliki karakter spesifik meski memiliki kedekatan kekerabatan!

Pada jenis medium ini, indikator berupa pewarna akan memberikan perubahan warna akibat aktivitas metabolisme dari mikroba yang ditumbuhkan.

Contohnya adalah Mac Conkey (MCK) agar,  Eosin Methylene Blue (EMB) agar.

Untuk memahami lebih jelas masing-masing contoh dan jenis media tersebut, silahkan baca artikel dari http://vlab.amrita.edu/ berikut.

Selective and Differential Media for Identifying Microorganisms

[ads]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *