4 Channel Digital Marketing yang Bisa Dicoba untuk Bisnis Onlinemu

Seiring dengan beralihnya gaya belanja dari tradisional ke online, teknik pemasaran atau marketing yang dilakukan para pebisnis juga turut berubah. Digital marketing atau cara pemasaran digital yang mengandalkan channel-channel berbasis online saat ini menjadi cara pemasaran paling dilirik dan banyak dilakukan orang, baik yang berbisnis online maupun offline, karena potensi serta hasilnya yang terukur. Plus, biaya yang lebih rendah dibanding pemasaran konvensional. 

Kalau dulu, kita mungkin sering menjumpai SPG atau SPB yang membagikan flyer dan brosur produk di mal-mal atau tempat belanja. Sekarang, flyer dan brosur tersebut berubah bentuk menjadi versi digital dan kerap muncul di segala aktivitas online kita. Mulai dari di media sosial, SMS, email, dan lain-lain. Tanpa sadar atau karena tertarik, kita pun mengklik flyer dan brosur tersebut kemudian diarahkan ke sebuah situs/landing page berisi produk yang ditawarkan. 

Pertanyaannya, dari sekian banyak channel digital marketing yang tersedia, yang mana ya yang cocok dan bisa dicoba? Nah, untuk tahap awal, kamu bisa memulainya dari 4 channel berikut ini. Terutama jika kamu punya bisnis yang berbasis online seperti online shop di Instagram atau Facebook. 

Facebook dan Instagram Ads

Untuk mengeboost bisnis onlinemu di Facebook atau Instagram, kamu dapat memanfaatkan layanan advertising yang disediakan langsung yang disediakan oleh Facebook. Saat ini, banyak sekali marketer atau pemilik bisnis mulai dari skala kecil hingga besar yang beriklan di Facebook. Selain bujetnya bisa disesuaikan, Facebook dan Instagram juga memiliki audience network yang sangat besar dan bisa diset dengan targeting mendetail sesuai target bisnis kita. 

Misalnya, kamu jualan produk hijab wanita dan ingin menargetkan wanita muda usia 20 – 30 tahun yang merupakan engage shoppers. Semua target tersebut bisa disetting dengan detail di dashboard ads Facebook. Placement atau penempatan iklan juga bisa disesuaikan dengan keinginan. Misalnya, iklan hanya tayang di Instagram Story atau Facebook post aja untuk meminimalisir biaya & sesuai target marketnya. 

Jenis iklan di Facebook juga bisa dipilih sesuai objektif bisnis: ada awareness, consideration, dan conversion. Mau bikin strategi perkenalan brand untuk bisnis? Kamu bisa coba iklan awareness. Mau iklan yang bisa langsung melahirkan sales dan cuan? Kamu bisa pilih conversion. Untuk pembayaran, ada dua metode utama yang disediakan Facebook: automatic dengan kartu kredit dan manual payment menggunakan balance yang bisa ditop-up lewat bank transfer. 

Namun, beriklan di Facebook & Instagram perlu banyak latihan serta trial & error ya. Nggak bisa sekali mahir. Jangan khawatir, untuk hal ini, kamu bisa belajar melalui Facebook Blue Print, Youtube, maupun mengikuti forum-forum marketer yang kerap berdiskusi mengenai ads supaya bisa mendapatkan ads dengan hasil terbaik tapi bujetnya pas/murah!

Pay-Per-Click Ads

Pernah cari sesuatu di Google kemudian muncul hasil pencarian yang ada label “Ad”-nya? Nah, itulah salah satu contoh iklan dari Pay-Per-Click, yang paling populer yaitu Google Adwords. Singkatnya, iklan yang dibayar jika ada user yang mengeklik dan berkunjung ke laman iklan tersebut. Sama dengan Facebook, untuk urusan iklan Google adalah raksasa teknologi yang juga mendominasi pasar iklan digital. Selain Facebook, marketer atau advertiser juga umumnya akan menggunakan Google untuk beriklan. Sebab di jaman sekarang, siapa sih orang yang nggak pakai Google?

Penayangan iklan PPC terbagi menjadi banyak jenis, di antaranya pada laman pencarian Google, social ads, remarketing, display ads, sampai Google Shopping. Untuk beriklan di Google Adwords atau PPC, dibutuhkan daftar dan settingan keyword tertentu yang sesuai target dan objektif bisnis. Maka dari itulah, PPC bisa menjadi channel bagi para pebisnis untuk mendapat target pelanggan yang tepat sebab biasanya ketika mencari suatu produk yang dibutuhkan, pelanggan akan menggunakan keyword yang sudah ditargetkan tersebut. 

Tertarik coba?

Email Marketing

Setiap orang yang familiar dengan teknologi atau setidaknya menggunakan smartphone, pasti punya alamat email. Mau registrasi media sosial? Perlu email. Mau download aplikasi di Google Play Store? Perlu email/login ke email lebih dulu. Dan masih banyak lagi aktivitas lain yang membutuhkan email. Sama seperti SMS, email termasuk media komunikasi primer yang sudah ada sejak lama dan cukup penting. 

Jika kamu punya database pelanggan berupa email, kamu dapat menggunakan database tersebut untuk lebih dekat dengan pelangganmu. Caranya adalah dengan mengirimkan serangkaian email marketing yang bertujuan untuk memperkenalkan produk-produkmu ataupun promosi, baik untuk pelanggan lama maupun calon pelanggan baru. Pelanggan lama yang pernah bertransaksi dan cenderung puas dengan produk/layanan yang kamu berikan, berpotensi akan kembali dan melakukan repeat order. Sementara calon pelanggan, juga berpotensi akan engaged dan tertarik dengan email marketing yang dikirimkan hingga berujung sales. 

Untuk menjalankan email marketing yang proper dan terdesain dengan baik, kamu membutuhkan email marketing tools seperti MailChimp. Biaya berlangganannya akan disesuaikan dengan database email pelanggan yang kamu miliki. Sama seperti channel digital marketing lain, email marketing juga bisa terukur dengan detail performanya.

Catatan penting: penggunaan data email pelanggan harus dilakukan dengan persetujuan atau izin dari pengguna terkait. Atau, kamu juga bisa menambahkan opsi “unsubscribe” pada body email agar pelanggan memiliki pilihan untuk berhenti menerima email darimu jika tidak lagi tertarik. 

Messenger Marketing

Mau makin dekat dengan pelanggan dan mudah melalukan direct selling? Messenger marketing adalah solusinya. Baik itu WhatsApp, Telegram, atau Facebook Messenger. Sama seperti Google, online messenger adalah aplikasi yang saat ini laris manis dipakai orang untuk chatting/pengganti SMS. Sehingga, jika kita beriklan melalui channel ini, potensi iklan kita dilihat dan dibaca akan sangat tinggi.

Rekomendasi aplikasi pinjaman uang online cepat berbunga rendah untuk modal bisnis

Butuh tambahan modal buat promosi bisnismu melalui channel digital marketing? Bukan cuma pemasaran yang berbasis online, ada juga aplikasi pinjaman uang online cepat yang bersahabat buat modal bisnis, salah satunya Kredivo

Kenapa Kredivo bisa direkomendasikan sebagai aplikasi pinjaman uang online cepat yang bersahabat? 

Pertama, Kredivo dapat memberikan limit s.d Rp 30 juta, khusus bagi user Premium (jumlah limit yang didapat bisa berbeda-beda tergantung profil & aplikasi pendaftaran pengguna). Kedua, Kredivo memiliki tingkat suku bunga paling rendah dibanding aplikasi pinjaman uang online cepat sejenisnya. Hanya 2,6% per bulan dengan pilihan tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Ketiga, pinjaman uang online di Kredivo bisa cair hanya dalam waktu 1 hari kerja jika pengajuan sudah disetujui. Keempat, nominal pinjaman yang bisa diajukan di Kredivo bervariasi, mulai dari 500 ribu dan maksimal sebesar tenor yang kita miliki untuk tenor 6 bulan. 

Jangan khawatir, Kredivo juga merupakan fintech yang sudah terdaftar dan diawasi OJK. Buat kamu yang tertarik menggunakan Kredivo, kamu bisa daftar sekarang melalui aplikasinya yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store. Namun sebelumnya, pastikan kamu sudah memenuhi tiga syarat berikut ini ya: 

  1. Berstatus sebagai WNI yang berusia 18 – 60 tahun. 
  2. Memiliki penghasilan tetap per bulannya minimal Rp 3 juta. 
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *