3 Cara Pengukuran Suhu Tubuh Normal Bayi Berdasarkan Umur

Muncul Ruam disertai Demam pada Anak? Waspadai Demam Scarlet

Setiap orang tua wajib mengetahui cara mengukur suhu tubuh bayi, karena sering berubah dari waktu ke waktu. Suhu tubuh juga menentukan kondisi tubuh bayi yang sedang dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit.

Jika orang tua sudah memahami suhu normal bayi dan sakit yang dialami bayi, maka akan mudah bagi mereka menangani bayi yang sedang dalam keadaan sakit, terutama saat sakit demam. Bayi yang terkena demam akan memiliki suhu tubuh yang tinggi, serta bayi akan cenderung lebih rewel dari biasanya.

Namun, dalam melakukan pengukuran suhu tubuh, orang tua tidak dapat melakukannya hanya dengan menyentuh tubuh bayi saja, melainkan harus menggunakan termometer. Termometer adalah alat untuk mengukur suhu atau perubahan suhu sekitar atau seseorang.

Termometer memiliki beberapa jenis, seperti termometer digital, termometer digital khusus kuping, dan termometer arteri temporal dengan sistem infra merah. Anda harus memperhatikan termometer apa yang akan digunakan berdasarkan umur bayi. Berikut ini terdapat 3 cara pengukuran suhu tubuh normal bayi berdasarkan umur.

  1. Bayi Umur 0-3 bulan

Temometer yang cocok untuk mengukur suhu tubuh normal bayi yang berumur 0 hingga 3 bulan yaitu menggunakan termometer digital. Orang tua dapat mengukur suhu tubuh bayi berumur 0-3 bulan melalui area rektal atau dubur.

Selain menggunakan termometer digital, Anda dapat gunakan termometer arteri temporal yang ditempelkan di dahi bayi. Anda dapat memilih salah satu dari kedua pilihan termometer yang telah disebutkan.

Jika Anda memilih menggunakan termometer digital yang dimasukkan melalui area rektal, maka oleskan potrelium jelly dibagian ujung termometer, lalu masukkan sedalam 2cm ke dubur sampai termometer bunyi. Sedangkan termometer arteri temporal, dapat dilakukan dengan menempelkan di dahi bayi hingga termometer mengeluarkan bunyi dan menunjukkan hasilnya.

  1. Bayi Umur 3-5 Bulan

Ketika bayi sudah berumur 3 hingga 5 bulan, orang tua dapat menggunakan termometer digital untuk mengukur suhu. Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan melalui area rektal atau ketiak. Pilihan lainnya, bagi bayi umur 3-5 bulan dapat menggunakan termometer temporal.

Jika bayi sudah menginjak usia 3-5 bulan, pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan lebih mudah melalui ketiak. Anda hanya perlu menjepitkan termometer digital dijepitan ketiak bayi, lalu Anda dapat menahannya sampai termometer mengeluarkan bunyi.

Usahakan bayi tidak menggunakan pakaian saat melakukan pemeriksaan suhu tubuh melalui ketiak, agar menunjukan hasil suhu tubuh yang tepat.

  1. Bayi Umur 6 Bulan Ke Atas

Untuk bayi yang berumur 6 bulan ke atas, pengukuran suhu tubuh akan lebih fleksibel dan lebih mudah, karena bayi dapat menggunakan segala jenis termometer. Orang tua juga dapat mengukur suhu tubuh bayi dengan menggunakan termometer digital khusus kuping.

Selain mengetahui jenis termometer dan cara pengukuran suhu tubuh bayi berdasarkan umur, orang tua perlu mengetahui suhu tubuh bayi yang harus segera dibawa ke dokter berdasarkan umur mereka:

  • Bayi berumur kurang dari 3 bulan dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celsius
  • Bayi dan anak berumur 3 hingga 36 bulan dengan suhu tubuh 39 derajat celsius
  • Bayi dan anak berumur 3 hingga 36 bulan yang mengalami demam
  • Bayi mengalami demam hilang dan timbul selama 7 hari atau lebih dari 7 hari
  • Bayi yang sedang mengalami demam disertai dengan sesak napas, ruam kulit, ubun-ubun bayi terlihat menonjol, muntah-muntah, bagian leher kaku, dan penurunan kesadaran

Sekian ulasan terkait cara pengukuran suhu normal bayi berdasarkan umur, jadi Anda dapat melakukan pengukuran suhu tubuh dengan mudah di rumah.