5 Cara Untuk Memulai Edukasi Seks Pada Anak

Hasil gambar untuk 5 Alasan Kenapa Anak Perlu Pendidikan Seks


Maraknya permasalahan kekerasan terhadap anak dibawah umur mengakibatkan kekhawatiran untuk orang tua. Pasalnya, kekerasan seksual terjadi nyaris setiap masa-masa dan dekat dengan kita. Baru-baru ini terbongkarnya grup pedofil di facebook “Official Candy’s Group” dengan tertangkapnya admin dari grup tersebut. Grup yang berisikan tentang pembicaraan tidak layak antar anggota, potret dan video kekerasan seksual terhadap anak, sampai cara-cara merayu anak-anak dibawah umur.

Kekerasan seksual terhadap anak tidak hanya dilaksanakan oleh orang yang tidak anda kenal, tetapi dapat terjadi dari orang terdekat. Banyak permasalahan yang ditemukan tetangga mencabuli anak tetangganya, kakek mencabuli cucunya, sampai kasus yang sangat miris ialah seorang ayah yang berani mencabuli anaknya. Hal ini diakibatkan oleh perilaku membias dari pelaku dan diperparah dengan ketidakmampuan anak melawan perlakuan mereka. Berdasarkan peristiwa tersebut, paling penting untuk orang tua guna mengajarkan edukasi seks untuk anak semenjak anak masih kecil.

1. Kenalkan unsur tubuh yang tidak boleh disaksikan dan disentuh orang lain.

Kenalkan anak bagian-bagian tubuh dan fungsinya, lantas berikan keterangan ada unsur tubuh tertentu yang tidak boleh disaksikan dan disentuh orang lain. Bagian tubuh itu antara beda dada, bibir, organ reproduksi dan pantat.

2. Ajarkan konsep perbedaan jenis kelamin untuk anak.

Orang tua butuh mengajarkan anak mengenai perbedaan jenis kelamin antara wanita dan laki-laki. Memberikan misal bahwa laki-laki nantinya akan laksana ayah dan wanita seperti ibu. Konsep perbedaan jenis kelamin ini juga bermanfaat untuk mengajarkan anak memakai toilet dan pakaian cocok dengan jenis kelaminnya.

3. Tanamkan kebiasaan malu untuk anak.

Penting untuk orang tua mengajarkan rasa malu untuk anak supaya anak bisa menghargai dirinya sendiri. Mengajarkan batasan-batasan dalam bermain dengan lawan jenis. Memberi arahan guna tidak melepas dan mengubah pakaian di lokasi umum.

4. Membatasi kegiatan menonton pada anak.

Disamping akibat negatif yang hadir dari kelaziman menonton televisi terlampau lama, tayangan yang dipertontonkan untuk anak pun tidak semuanya bernilai pendidikan. Banyaknya tayangan yang memperlihatkan adegan-adegan yang belum pantas disaksikan oleh anak. Hal ini akan menyebabkan anak meniriu adegan dalam tayangan tersebut sebab sifat alamiah dari anak ialah meniru apa yang mereka lihat. Lebih baik bermain bareng anak daripada tidak mempedulikan anak menyaksikan televisi.

5. Jauhkan gadget dari anak!

Dewasa ini tidak sedikit orang tua dengan bangga menyerahkan gadget untuk anak. Sebagian oang tua bahkan menyerahkan akses sarat gadget untuk anak dengan dalih supaya anak bisa belajar atau supaya anak tidak menganggu kegiatan orang tua. Namun, urusan itu bukanlah tahapan yang tepat untuk orang tua. Anak tidak dipedulikan mendownload games tanpa pemantauan orang tua. Padahal banyaknya konten yang tersembunyi dari games tersebut. Banyaknya bagian pornografi dan perilaku yang tidak cukup pantas disaksikan oleh anak terdapat di dalamnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *